Perang Dayak Dan Madura ((better))

Hanya dalam waktu tiga bulan (Februari–April 2001), lebih dari 500 orang Madura tewas, dan mengungsi massal keluar Kalimantan. Mereka berbaris beratus-ratus kilometer menuju bandara atau pelabuhan, sementara tentara dan polisi yang kalah jumlah hanya mampu mengevakuasi, bukan menghentikan pembantaian.

Tragedi Sampit 2001: Memahami Konflik Dayak dan Madura di Kalimantan perang dayak dan madura

Pada tahun 1960-an, pemerintah Indonesia melakukan transmigrasi besar-besaran dari Jawa ke Kalimantan. Salah satu daerah tujuan transmigrasi adalah Kalimantan Barat, yang merupakan wilayah suku Dayak. Suku Madura merupakan salah satu suku yang banyak melakukan transmigrasi ke Kalimantan Barat. Hanya dalam waktu tiga bulan (Februari–April 2001), lebih

Proses reintegrasi warga Madura ke Kalimantan Tengah dilakukan secara sangat selektif dan bertahap. Warga pendatang yang ingin kembali harus berkomitmen mematuhi pepatah "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" , yang berarti mereka wajib menghormati hukum adat Dayak, struktur sosial setempat, dan tidak lagi mengedepankan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Kesimpulan di situ langit dijunjung"

Kekerasan mereda seiring dengan evakuasi besar-besaran warga Madura ke Banjarmasin dan Jawa. Dampak dan Akhir Konflik

Diperkirakan sedikitnya 500 hingga lebih dari 1.000 orang tewas secara tragis selama kerusuhan berlangsung.